Bingung Membedakan Buku Ori dan Imitasi, Ini Tipsnya

Credit photo: http://www.comunicaffe.com

Saking lugunya, lebih dari sepuluh tahun yang lalu—jangankan bingung perbedaan buku ori atau imitasi—kepikiran bahwa ternyata buku imitasi itu betulan ada pun tidak. Saya jadi terpikir, jangan-jangan yang berpikiran seperti itu tak hanya saya, tapi juga teman-teman.

Pernah saya meminang buku “Ayat-Ayat Cinta” di sebuah Toserba yang memang memiliki display khusus untuk bebukuan, siapa yang tak senang, harga yang cukup murah sangat bersahabat dengan kocek pelajar seperti saya, waktu itu.

Sama sekali saya tak menaruh curiga. Usut punya usut, halaman demi halaman, saya merasa kok bukunya gini amat, ya. Padahal kan penerbitnya bukan ecek-ecek juga dan film-nya sangat booming. Meski merasa janggal, tapi toh waktu itu cuek sajalah.

Bertahun kemudian, sebuah buku tebal yang saya pinjam dari teman memantik pertanyaan saya. Usai buku terbitan Mizan itu saya kembalikan, teman saya yang lain bilang, “Eh, aku juga punya buku itu, lho.”

Selang sehari dia menyuguhkan buku yang dia beli di hadapan saya. Spontan saya membolak-balik buku seperti kambing guling. Tanpa basa-basi saya kok teganya bertanya, “Ini bukumu kok beda sama yang kubaca kemarin? Ini buku betulan apa fotokopian? Beli di mana?”

Barangkali ia akan sakit hati dengan pertanyaan itu kalau tahu bedanya buku ori dan imitasi. Tapi ia menjawab tanpa beban. Lantas, apakah dia selugu saya bertahun lalu yang menikmati pembajakan karena ketidaktahuan?

Baca Juga: Cara Cerdas Menangkal Buku Bajakan, Kamu yang Mana?

Sebagai permintaan maaf karena waktu itu membiarkan dia tenggelam dalam ketidaktahuan dan agar teman-teman semua tidak tersesat di jalan yang sama, maka berikut ini sedikit tips untuk membedakan mana buku ori dan buku imitasi.

1. Kualitas Cover

Pada buku asli, judul buku dan nama penulis di sampul buku depan dicetak timbul. Hal mana ini tidak berlaku bagi buku yang dibajak meski gambar atau desain cover sama persis seperti yang dicetak buku asli. Kalaupun dicetak timbul, sudah barang tentu percetakan mengalami kerugian.

Beberapa buku imitasi atau bajakan dijual dengan tanpa segel plastik, meski ada juga buku yang memang dikemas rapi sebagaimana buku ori.

Dari cover-nya, sebetulnya kita sudah bisa menebak, warna buku bajakan terlihat lebih pucat dibandingkan dengan buku terbitan asli. Pun penjilidan buku bajakan tidak rapi, ini akan terlihat kalau sudah membuka lembarannya.

2. Kualitas Kertas

Tak hanya kualitas kertas yang digunakan untuk cover, tapi juga kertas isi. Karena perbedaan mutu, kertas cover buku bajakan itu mudah sekali mengelupas. Dan kertas isi yang digunakan untuk mencetak buku bajakan adalah kertas buram, kertas yang biasa digunakan untuk memfotokopi tugas-tugas sekolah atau kuliah.

Meskipun demikian, tak jarang juga penerbit yang menerbitkan bukunya dengan menggunakan kertas buram. Tetapi untuk buku novel, penerbit biasanya memilih kertas storenzo untuk membuat nyaman mata pembacanya.

3. Kualitas Isi

Kentara sekali perbedaannya dengan buku ori, print out pada buku bajakan itu banyak miringnya, banyak bagian kepotongnya. Kadang ada juga halaman kosong, dikira kita suruh berkebun, barangkali.

Margin kanan kiri buku palsu itu tidak pernah sama, coba saja cek buku tugas hasil fotokopian, sama persis. Kecuali buku itu diketik ulang. Memang, percetakan mana yang mau bayar mahal pengetikan untuk pembajakan?

Dan lagi, coba ambil buku terbitan asli dan hasil fotokopian. Bandingkan. Hasil fotokopian menunjukkan adanya dot-dot dan bercak hitam menyemut nyaris di sepanjang halaman kertas. Tinta buku bajakan biasanya membekas di tangan kalau digosok.

4. Perbedaan Harga

Dilihat dari harganya, tentu saja buku bajakan teramat sangat bersahabat bagi yang merasa bodo amat sama buku bajakan apa bukan, yang penting isinya sama, yekan? Ya wajar, pembajak tinggal memperbanyak mesin fotokopi toh nanti duit datang sendiri.

Buku asli pun ada yang dijual murah, tetapi buku-buku yang telah diretur dan cuci gudang. Buku best-seller murah? Kita harus curiga.

Alasan buku terkesan mahal di Indonesia sebab sebuah naskah untuk bisa sampai ke tangan pembaca harus menempuh perjalanan panjang, yaitu: membayar pajak, royalti penulis, penerbit (termasuk editor, penerjemah, layout designer, dll), dan distributor.

Saya yakin, bukan harga buku mahal yang membuat kita malas membeli buku, tapi soal prioritas.

5. Perbedaan Lapak

Bedanya sudah jelas sekali. Saya tidak bermaksud menuduh lapak-lapak kecil di pinggir jalanan itu barang dagangannya buku bajakan semua, tidak. Ada juga lapak kecil yang memang menjual buku asli dan buku-buku bekas.

Tetapi memang perlu diwaspadai, buku bajakan biasanya duduk-duduk manis di lapak-lapak kecil itu. Ada baiknya, tanyakan terlebih dahulu dengan santun atau belilah buku di toko buku terpercaya.

6. Aroma

Pernah mencium aroma buku baru? Atau malah sering? Aroma khas buku baru terjadi akibat reaksi senyawa kimia dari bahan kertas, jenis perekat, dan tinta yang digunakan. Yang mana pada buku lama, reaksi kimia tersebut berubah oleh paparan udara dan cara perawatan.

Cobalah menghidu buku hasil fotokopian. Ruas demi ruas. Sejauh yang saya alami, aroma ‘sedap’ khas buku baru itu tidak saya temukan di buku-buku yang ditakdirkan menjadi imitasi.

Setelah tahu bedanya buku ori dan buku imitasi, bagaimana, masih tertarik barang murah yang penting isinya? Masih tertarik mempergendut rekening pembajak buku? Masih tega memiskinkan penulis yang susah payah mikir sampai botak, begadang, dan hanya untuk menerima kenyataan pahit bahwa bukunya dibajak?

(Tolak RUU yang mengkriminalisasi hasil pemikiran orang lewat buku-buku yang coba dimusnahkan itu)

Erna Widi

Yogyakarta, 24 September 2019

1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s